Rabu, 24 Mei 2017

Belum Resmi jadi Wagub DKI, Sandiaga Uno Sudah Terbelit 2 Kasus Korupsi Besar Hingga di Panggil oleh KPK


Berita Terkini - Terkait dengan Kasus yang menyeret Namanya, Sandiaga Uno akan menghadiri panggilan dari KPK sebagai saksi terkait dengan Dua kasus sekaligus yaitu Kasus Pengadaan Alat Kesehatan (alkes) di RS Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun 2009 dan Pembangunan Wisma Atlet yang menjerat Dirut. PT DGI Dudung Purwadi.



"Benar bahwa besok di rencanakan pemeriksaan saksi Sandiaga Uno untuk tersangka Dudung Purwadi," Ujar Febri

Dudung yang saat ini terjerat dua kasus korupsi, yakni : Dugaan korupsi pada pengadaan Wisma Atlet dan Gedung serbaguna Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, serta proyek Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit  Infeksi dan Pariwisata Univ. Udayana Tahun 2009-2011.



"Ada dua panggilan terkait dengan PT. Duta Graha Indonesia dulu dengan Komisarisnya tetapi sudah lama, sudah beberapa tahun belakangan ini sudah tidak aktif lagi. Sudah banyak sekali berita yang beredar dan saya sudah memberikan konfirmasi sebelumnya, intinya saya akan hadir mengadiri undangan dari KPK dan saya siap memberikan konfirmasi dan klarifikasi tentang hal apa saja yang KPK tanyakan kepada saya, fungsi dan tujuan dari KPK dalam penegakan anti korupsi, penegakan hukum tentunya harus kita dukung 100%," Ujar Sandiaga Uno saat di tanyai oleh detik,com pada Senin (22/5/2017).


Sandiaga Uno mengaku tidak tahu menahu terkait dua kasus tersebut. Ia memastikan akan menghadiri panggilan KPK sebagai saksi yang akan diagendakan pada pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB.


"Jadi besok saya pukul 10.00 WIB akan menghadap KPK untuk menghadiri panggilan pertama, dan panggilan kedua setelahnya yaitu pukul 13.00 WIB.


Dalam panggilan KPK, Sandiaga Uno akan dipanggil sebagai saksi atas kasus yang menjerat Direktur Utama PT. Duta Graha. Kasus tersebut juga melibatkan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana, Made Meregawa dan Marisi yang berasal dari pihak swasta.

Tidak ada komentar:
Write komentar