xxxxss

pasang

Rabu, 24 Mei 2017

Mengejutkan! PBB Desak Indonesia Bebaskan Ahok, Ini Tanggapan Dari Jusuf Kalla

Berita Terkini - Para Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (22/5/2017), mendesak Indonesia untuk membebaskan Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok dari tahanan.




PBB mengatakan bahwa "Hukum Pidana yang menghukum penghujatan merupakan pengekangan terhadap kebebasan berExpresi dan secara tidak proporsional menargetkan orang-orang yang termasuk minoritas Agama atau agama tradisional,yang tidak beriman dan membengkang politik," Mereka mendesak Pemerintahan Indonesia untuk membatalkan hukuman Ahok dalam banding atau memperluasnya dalam bentuk pengampunan apapun yg tersedia dibawah hukum Indonesia.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Mengingatkan bahwa tidak ada yang dapat mengintervensi hukum di Indonesia, meskipun PBB sekalipun!






"PBB tidak bisa campuri Hukum Indonesia. Sama seperti mereka tidak bisa campuri hukum Malaysia, Amerika dan negara lainnya," Jelas JK di Rumah Dinas Wapres, Jakarta pada selasa (23/5/2017).

Lagipula, JK tidak percaya atas permintaan peninjauan kembali atas nama PBB.


Sama halnya seperti DPR atau Lembaga lainnya.

Satu atau dua orang anggota tidak bisa mewakili keputusan sebuah Lembaga itu sendiri.

Kantor berita Reuters melaporkan, bahwa para pakar PBB menilai vonis Hakim terjadi setelah tekanan dari Fatwa Ulama, kampanye media yang agresif serta aksi protes massal yang di warnai dengan adanya kekerasan dimana-mana.


"Pemerintah seharusnya melawan tekanan-tekanan (massa) bukan malah membiarkannya," kata tiga Ahli PBB.


Ketiga ahli itu adalah Pelapor Khusus tentang Kebebasan Beragama, Ahmed Shaheed, Pelapor Khusus tentang Kebebasan Berpendapat dan Berexpresi, David Kaye, dan Ahli Independen untuk mempromosikan tatanan Internasional yang Adil dan Demokratis, Alfred de Zayas.


Hukum soal penistaan Agama, menurut ketiga pakar PBB itu tidak sepantasnya di terapkan di tengah masyarakat yang demokratis seperti Indonesia. Sebelum ini, Dewan Majelis Rendah Belanda telah menyatakan keprihatinannya atas vonis penjara Ahok, demikian pula dengan Badan-badan Internasional. (Tribunnews)



Tidak ada komentar:
Write komentar