xxxxss

pasang

Rabu, 24 Mei 2017

Sandiaga Uno Mengelak! Tapi KPK Punya Data Pertemuannya Dengan Nazzaruddin



Berita Terkini - Pernyataan Sandiaga Uno yang mengaku bahwa Ia tidak kenal dengan Muhammad Nazzaruddin, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, menjadi perbincangan hangat netizen di Media Sosial.



Sandiaga Uno diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009-2011.

Saat memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (23/5/2017), Sandiaga mengatakan bahwa dirinya tak mengenal Nazzaruddin.

"Saya tidak kenal dengan Pak Nazzaruddin, saya tidak pernah berkomunikasi dengan Beliau," jelas Sandiaga Uno sebelum diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com.


Namun ternyata data yang dimiliki KPK menunjukkan bahwa Sandiaga Uno pernah menjalin komunikasi dengan Nazzaruddin.


Pertemuan itu terkait proyek di PT Duta Graha Indah, dimana Sandiaga Uno pernah menjabat sebagai Komisaris dan sering mendapat proyek dari Bos Permai Grup, Nazzaruddin.


Alhasil, pertemuan Sandiaga-Nazzaruddin itu akan didalami oleh KPK.


Hal itu di sampaikan langsung oleh juru bicara KPK, Febri Diansyah.


Kini penyidikan KPK tengah mengusut praktek korupsi dalam proyek yang di kerjakan antara relasi PT DGI  dan Permai Grup.

"Soal apakah ada kaitan Nazzaruddin dengan pihak lain (termasuk Sandiaga Uno), tentu akan kami gali lebih jauh karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," ucap Febri, selasa (23/5/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.


Fakta tersebut memancing ribuan komentar nitisen di media sosial.
Banyak dari mereka yang memberikan dukungannya untuk KPK.
Ada pula yang mengkritik pernyataan Sandiaga Uno yang tidak sesuai dengan data KPK.


Seperti yang di sampaikan beberapa nitizen di akum media sosial

@sudinismail4 KPK harus tunjukkan Taringnya ...... Rakyat mendukung @ KPK_RI secara penuh ....

@ateng_forever kenal tapi gak ngaku sih langkah bodoh, bikin makin curiga
@Comment_25 Kalau sandi punya uang trilliunan. rasanya mustahil tdk kenal Nazaruddin?sdh hukumnya di Indonesia.
@PaulusPamungkas boleh aja ga ngaku kenal, pembuktiannya di pengadilan
@PremanAnfield93 Tak kenal maka tak transfer...
@St_Aboe bentar lagi ada yg komen "move on"


Dua Indikasi korupsi


Dari belasan proyek yang di berikan Permai Grup, dua kasus berproses di KPK karena ditemukan indikasi korupsi. Pertama dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serba Guna Pemprov Sumsel.


Kedua, dugaan korupsi pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata, Universitas Udayana tahun 2009-2011.


Bahkan dalam persidangan, Nazzaruddin mengakui sempat bertemu dengan Sandiaga Uno bersama mantan ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Pertemuan ini dilakukan untuk membahas proyek pemerintah agar dikerjakan oleh PT DGI. Pada awak media, Sandiaga Uno membantah mengenal Nazzaruddin.

Bahkan Wakil Gubernur DKI terpilih itu mengklaim tidak pernah menjalin komunikasi apapun dengan Nazzaruddin. Melainkan Sandiaga Uno hanya mengaku mengenal Anas sebagai kolega.

Hari ini, Sandiaga Uno diperiksa untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah, Dudung Purwadi (DPW) yang adalah mantan anak buahnya.


Dalam dakwaan Nazzaruddin, setidaknya ada belasan proyek dari Permai Grup yang dikerjakan oleh PT DGI diantaranya pembangunan Gedung Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Jambi.


Ada juga pembangunan RS Indpeksi Tropis Surabaya, RSUD Ponorogo, Paviliun RS Adam Malik Medan, RSUD Sungai Daerah Kab Darmasraya, Gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, dan lainnya.


Atas proyek-proyek itu, Nazzarudin mendapatkan uang Rp. 23,1 miliar. Kini PT DGI telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring.


Febri menambahkan penyidik tidak akan berhenti hanya ada dua penyusutan kasus. menurutnya tidak menutup kemungkinan proyek lainnta juga ditelusuri guna mendalami adanya indikasi korupsi maupun suap.

"Saat ini kami masih fokus pada dua proyek. Apakah ada proyek lain yang juga kami telusuri iru tidak tertutup kemungkinan," tambah Febri. (Tribunnews)

                         

                                      

Tidak ada komentar:
Write komentar