xxxxss

pasang

Rabu, 31 Mei 2017

Sebulan Ahok Di Mako Brimob,Ternyata Ahok Lakukan Hal Ini, Hingga Ia Berubah


liputanmalam.net : Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama hingga saat ini sudah tiga pekan berada di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pada Selasa (30/5/2017) sore, tim kuasa hukum yang menjenguk dirinya, menceritakan bagaimana kegiatan Gubernur DKI non aktif tersebut

Salah satu anggota tim penasihat hukum Ahok, Teguh Samudera, bercerita tentang apa saja yang dilakukan Ahok di dalam tahanan sejak dia ditahan pada 9 Mei 2017 hingga hari ini


Pak Ahok setiap hari membaca Alkitab dan menulis renungan batin maupun pemikirannya per hari, sehari satu lembar (kertas),” kata Teguh, seperti dikutip dari Kompas, Selasa, (31/05/2017)

Menurut Teguh, tidak banyak yang berubah dari Ahok pada pekan ketiga ditahan yang tepat jatuh pada hari ini

Beberapa perubahan secara fisik yang jelas terlihat dari Ahok, kata Teguh, adalah berat badan yang naik hingga beberapa kilogram


Berat badannya bertambah, makin berisi. Beliau juga latihan kung fu keseimbangan badan, belajar bahasa Mandarin, dan selalu rutin menerima surat cinta dari penggemarnya,” tutur Teguh

Menurut dia, sampai hari ini, sudah ada 300 surat dukungan dari warga yang dititipkan kepada penasihat hukum untuk Ahok,
Sebagian besar surat itu berisi ucapan semangat serta doa untuk Ahok

Pendukung dan relawan juga rutin mengirim buku-buku bacaan untuk Ahok melalui tim penasihat hukum.
Selain itu, Ahok pun sempat menyampaikan keinginannya merintis bisnis minyak.Dari nada bicaranya, beliau tidak berubah alias selalu positif thinking. Spirit-nya tetap tinggi,” ujar Teguh.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ahok dinyatakan bersalah, terbukti menodai agama, dan dihukum dua tahun penjara.

Ahok dinilai terbukti melanggar Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penodaan terhadap agama

Ahok sebelumnya sempat ingin mengajukan banding atas putusan hakim, namun belakangan permohonan bandingnya dicabut berdasarkan sejumlah pertimbangan dari dirinya dan pihak keluarga

Sementara itu seperti diberitakan oleh Tribunnews, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta sepakat menjadikan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai dasar pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan gubernur DKI Jakarta

Akibatnya Ahok tak jadi diberhentikan secara terhormat seperti yang disebut Kemendagri, beberapa waktu lalu.

DPRD memilih UU Pilkada lantaran dinilai lebih baru ketimbang UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda)

Lagipula, DPRD menilai baik UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda atau UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada sama-sama mengakomodir keputusan pengunduran diri Ahok

UU Nomor 10/2016 juga bijaksana. Dalam hal ini menurut perundangan RI, UU Pilkada yang terbaru,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (31/05/2017)

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan Pasal 173 dari UU Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pilkada telah mengakomodasi permintaan pengunduran diri Ahok.

Tidak ada komentar:
Write komentar