Kamis, 13 Juli 2017

Pensiun Dini Tito Strategi Untuk Maju Jadi Menteri

Pensiun Dini Tito Strategi Untuk Maju Jadi Menteri
Pensiun Dini Tito Strategi Untuk Maju Jadi Menteri

LIPUTANMALAM.NET
- Fenomena Pensiun Dini yang dilontarkan oleh Kapolri Tito Karnavian diduga adalah strategi politik untuk maju sebagai calon Menteri Jokowi. Hal ini menyusul adanya reshufle kabinet yang akan dilakukan.

Banyak pihak juga yang menilai ini disebabkan Tito yang depresi karena tekanan yang dia dapat selama masa jabatannya menjadi Kapolri.

Selain itu juga ada issue tentang hubungan tidak harmonis antara Tito dengan anggota DPR RI yang mempertanyakan kebijakannya pada kasus penistaan agama Ahok.

Namun Anggota Komisi III DPR dari Partai gerindra, Wendy Warouw menilai ini dari sisi lain. Sebagai orang yang pernah kenal dekat dengan Kapolri Tito, dia menuturkan bahwa ada strategi tersembunyi yang dilakukan oleh Tito.

Silahkan Baca Juga : As Ancam Myanmar Jika Tak Berikan Izin PBB Selidik Kasus Kekerasan Rohingya

"Saya tahu betul siapa Tito. Dia orang hebat tidak mungkin dengan alasan tekanan dia mengundurkan diri. Tito orang yang low profile, Tapi selalu mempunyai strategi tersusun." Ungkap Wendy

"Pak Jokowi pun pintar, Tanpa ngomong pun dia sudah bisa membaca orang ini cocok untuk dijadikan apa kedepannya. Hal ini akan berkaitan nanti dengan reshuffle kabinet."

"Bukan rahasia lagi, Bahwa Tito masuk dalam daftar nama orang pilihan Jokowi untuk masuk ke kabinet saat ini. Berani saya taruhan ini hanyalah strategi saja." Tegasnya

Berita Nasional Terpanas - Tapi Wendy masih penasaran bahwa ada Kapolri yang memilih pensiun dini. Apa lagi usia Tito masih sangat muda dan berprestasi.

"Ini lucu, Kapolri meminta pensiun, Usianya masih sangat muda. Kalian pikir Kapolri mana yang berani turun di aksi 212 kemarin ?? Kapolda dan kapolsek pun gak berani  ..." Sambung Wendy

"Kalian nanti akan lihat sendiri kehebatan dan kelihaian Tito membaca situasi. Jadi saya sampaikan ya, Ini strategi politik. Tidak alasan lain dia ingin pensiun dini selain karena faktor politik." Tuntasnya

Tidak ada komentar:
Write komentar