Senin, 14 Agustus 2017

Andai Perang Nuklir Terjadi, Begini Panduan Keselamatannya


Liputanmalam.net - Belakangan ini, kita disuguhkan berita perang urat syaraf dan saling bertukar ancaman antara Amerika Serikat dengan Korea Utara. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena kedua negara bersiap menggunakan nuklir sebagai senjata, dan sejauh ini sama sekali tidak menunjukkan akan mereda. Pemerintah Guam, yang mendapat ancaman dari Pyongyang pun menerbitkan panduan keselamatan bagi warganya jika serangan nuklir terjadi.

Jika perang nuklir benar-benar terjadi, yang mungkin pertama kali selamat tentu saja adalah orang-orang superkaya seperti pemilik perusahaan investasi yang membeli atau membangun bunker perlindungan sejak jauh-jauh hari.

Lalu bagaimana dengan kita-kita orang-orang biasa, yang tak mampu mengusahakan sebuah bunker perlindungan yang nyaman dan aman? Lihat harga bunker yang dijual pun kita bisa langsung pusing.

Mengutip petunjuk dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, situs Metro.co.uk membagikan tips bagaimana bertahan jika perang nuklir benar-benar terjadi.

1. Berlindung di bunker atau lokasi bawah tanah.


Kecuali pemerintah mengadakan evakuasi, berlindunglah secepat yang kamu bisa. Lebih bagus di bawah tanah entah itu bunker, terowongan bawah tanah atau semacamnya. Tinggallah di situ sampai ada instruksi bahwa keadaan telah aman untuk keluar.

Atau, cari gedung berdinding bata atau beton yang terlihat kokoh terdekat dan berlindung di dalamnya. Tapi memang lebih baik berlindung di bawah tanah. Biar lebih aman.

Hindari efek radioaktif sebisa mungkin dengan tidak keluar meski untuk keperluan yang sangat penting. Tetap berlindung hingga paling lama 24 jam. Hal ini untuk menghindari tingkat radiasi pasca ledakan yang sangat tinggi begitu terjadi ledakan nuklir. Tapi radiasi yang terjadi juga berkurang dengan cepat, biasanya hingga 80 persen dalam satu hari.

2. Jangan sekalipun menatap ke bola api ledakan.


Kalau tidak menemukan tempat aman, jangan menatap langsung ke bola api ledakan. Sebab, cahaya yang dihasilkan bisa langsung membutakan mata.

Berlindung di balik sesuatu yang menurut kamu aman, kayak dinding. Kalau tidak sempat mencari dinding, langsung berbaring di tanah sembari menutupi kepala. Jika ledakan jaraknya agak jauh dari posisimu berada, butuh waktu sekitar 30 detik atau lebih sebelum gelombang  ledakan sampai.

Berlindung secepat yang kamu bisa, meski jarakmu berkilo-kilo dari pusat ledakan. Angin bisa membawa dampak radioaktif hingga jarak yang sangat jauh.

3. Segera bersihkan tubuh dan singkirkan pakaian.


Jika berada di luar selama atau setelah ledakan, lepas pakaian yang baru saja dikenakan. Hal ini berguna untuk menghilangkan kadar radioaktif hingga 90%.
Masukkan pakaian tersebut ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Buang sejauh mungkin plastik beserta isinya tersebut dari jangkauan manusia dan hewan agar radiasinya tidak mempengaruhi yang lain.

Bila perlu, langsung mandi dengan sampo dan sabun yang banyak untuk menghilangkan sisa-sisa kontaminasi bahan radioaktif di tubuh. Jangan gosok atau sikat kulit agar paparan radioaktif tidak menyebar lebih luas.

Cuci rambut dengan sampo atau sabun dan air. Hindari menggunakan kondisioner karena justru akan mengikat erat bahan radioaktif pada rambut yang sebelumnya terkena langsung paparan radioaktif.

Buang ingus, seka kelopak mata, bulu mata dan telinga dengan kain basah yang bersih. Jika tidak ada air, gunakan lap atau tisu basah untuk menyeka bagian-bagian kulit yang sebelumnya tidak tertutup oleh pakaian.

4. Selalu pantau berita.


Jika kamu punya waktu untuk mengungsi sebelum ledakan, pantaulah siaran televisi dan radio berisi imbauan dari pemerintah tentang apa yang harus dilakukan seperti ke mana harus pergi dan tempat-tempat apa saja yang bisa kamu gunakan untuk berlindung.

Jauhi area yang dipasangi tanda bahaya radiasi atau HAZMAT (singkatan dari hazardus materials yang berarti "bahan-bahan berbahaya"). Lambangnya gampang diingat. Camkan bahwa radiasi tidak dapat dilihat, dicium atau dideteksi oleh indera manusia.

Jika sudah berlindung, tunggu sampai ada kabar dari pihak berwenang bahwa keadaan di luar telah aman untuk keluar.

5. Persiapan sebelum serangan.


Sebagai persiapan, kita bisa mengumpulkan kebutuhan darurat seperti bahan makanan yang tahan lama lengkap dengan air minum. Obat-obatan dan peralatan seperti radio komunikasi bertenaga baterai atau yang dinyalakan secara manual, senter, baterai juga wajib ada. Simpan semua itu dalam kendaraan atau tas jika suatu saat kamu harus mengungsi.

Kamu juga bisa membuat rencana darurat untuk anggota keluargamu dengan tujuan agar mereka tahu bagaimana cara menghubungi satu sama lain jika serangan terjadi.

Tidak ada komentar:
Write komentar