Selasa, 29 Agustus 2017

Kamboja Meminta Tikus Pelacak Ranjau Darat Dari Tanzania

Kamboja Meminta Tikus Pelacak Ranjau Darat Dari Tanzania
Kamboja Meminta Tikus Pelacak Ranjau Darat Dari Tanzania

LIPUTANMALAM.NET - Negara Kamboja belakangan ini meminta bantuan ke Tanzania untuk mengirimkan tikus pelacak ranjau darat. Hal ini menyusul banyaknya kasus keamatian di Kamboja akibat ranjau darat.

Tikus-tikus dari Tanzania ini sudah sangat terlatih agar bisa mendeteksi keberadaan ranjau darat yang berada di wilayah Morogoro Tanzania Timur.

Said Dibwe pelatih dari APOPO Rodent Research Project menyebut bahwa Pemerintah Kamboja sudah meminta bantuan 16 tikus pendeteksi ranjau darat tersebut.

Dirinya mengatakan bahwa ini merupakan tindakan penyelamatan nyawa rakyat Kamboja yang terancam akan kematian serta cidera akibat ledakan ranjau darat.

"Saat ini kami hanya tinggal menunggu ijin dari Kementrian Sumber Daya Alam dan Pariwisata, Agar kami dapat mengirim tikus pendeteksi ranjau ke Kamboja." Ujar Dibwe

Anda Perlu Lihat Juga : Pencopotan Kapolda Metro Jaya Modus Tito Hentikan Kasus Rizieq

Sementara itu pada Februari tahun ini, APOPO sudah mengirimkan sebanyak delapan tikus pelacak ranjau ini ke daerah Kamboja. Karena hasil yang sangat memuaskan, Respon positif pun diberikan oleh Pemerintah Kamboja.

Itulah mengapa sebabnya Kamboja memutuskan agar meminta tambahan tikus-tikus handal tersebut. Selain Kamboja ternyata Angola dan Mozambik juga ikut meminta tikus-tikus itu.

Kita tahu bahwa ketiga negara itu merupakan negara bekas konflik perang yang sampai saat ini masih banyak terpendam ranjau darat bekas perperangan.

Berita Internasional Terpanas - APOPO sudah mengirim kurang lebih 80 Tikus pelacak ranjau ini ke Mozambik dan mengirim 8 tikus ke Angola. Mereka juga berencana membantu Zimbabwe yang merupakan salah satu negara dengan kasus kematian ranjau darat paling besar.

Pusat pelatihan APOPO di Tanzania ini didirikan mulai dari tahun 2000 dan pelatihan tikus pelacak ranjau darat ini dilakukan oleh Universitas Pertanian Sokoine.

Universitas ini berpusat di Morogoro dengan kerja sama dengan Departemen Biologi di University Of Antwerp. Bangunan pelatihan ini terbentang seluas 24 Hektare medan ranjau percobaan dengan lebih dari 1500 ranjau darat yang sudah dijinakkan.

Selain itu tikus pelacak ini juga dilatih untuk mendeteksi Tuberculosis (TB).

Tidak ada komentar:
Write komentar