xxxxss

pasang

Kamis, 14 September 2017

Denda Derek Parkir Liar DKI Tembus Angka Rp 8 Miliar

Denda Derek Parkir Liar DKI Tembus Angka Rp 8 Miliar
Denda Derek Parkir Liar DKI Tembus Angka Rp 8 Miliar
Berita Hukum - Dishub DKI mendapatkan catatan total pendapatan dari hasil denda parkir liar di Jakarta menembus angka 8 Miliar. Angka ini didapat dari kumpulan data selama periode Januari - Agustus 2017.

Menurut Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah, Pendapatan ini sungguh mencengangkan yang ikut mengejutkan pihaknya. Pasalnya ternyata pelanggaran Parkir Liar di DKI ternyata cukup dalam kondisi yang perlu diperhatikan.

Kedasaran Masyarakat yang sangat kurang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi banyaknya kasus parkir liar ini terjadi di Ibu Kota. Rencananya hasil denda yang didapat itu akan langsung dimasukkan ke kas Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dia pun menjelaskan bahwa denda yang diberikan pada pelanggar selama ini sudah dilakukan semenjak tahun 2015 lalu. Pada saat itu hasil yang didapatkan baru disekitar angka 4 Miliar.

Wajib Dilihat : Pelaku Penghina Ibu Negara Mengaku Tidak menyesal

Kemudian sempat meningkat hingga angka 11 Miliar pada tahun 2016 kemarin. Diperkirakan dipertengahan tahun ini sudah mencapai angka 8 Miliar, Maka angka ini akan terus naik hingga akhir tahun.

Tahun 2017 ini dia memprediksikan bahwa mungkin hasil denda ini bisa menembus angka 15 Miliar nantinya. Apa lagi bertambahnya jumlah kendaraan di Indonesia setiap tahunnya.

Untuk mengatasi hal itu kini pihak Dishub DKI sendiri sudah menambah sejumlah armada mobil derek sebagai langkah antisipasi melonjaknya kasus pelanggaran tersebut.

Sebelumnya Dishub DKI hanya memiliki 20 unit kendaraan derek, Namun saat ini armadanya sudah berjumlah 48 unit yang tersebar dibeberapa kotamadya Jakarta.

Penertiban parkir liar juga semakin digencarkan, Terlihat dari sudah mulai berkurangnya wilayah-wilayah parkir liar dibeberapa titik.

Berita Hukum Nasional - Namun memang masih ada saja masyarakat yang membandel dan tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di DKI Jakarta. Padahal himbauan-himbauan melalui media sosial maupun media televisi sudah sering diberitakan.

Namun hal ini kerap terjadi karena adanya oknum pihak keamanan yang justru membekingi pengelolah parkir liar di Jakarta. Tapi Andri yansyah memastikan bahwa anggota Dishub akan tegas menangani masalah itu.

Karena apa yang mereka lakukan sudah sesuai undang-undang perda yang berlaku di kota Jakarta. Jadi pihak manapun yang berusaha menghalangi dari berbagai oknum keamanan akan diusut secara hukum.

"Angka yang pastinya saya juga kaget melihatnya, Sulit sekali memang untuk menertibkan masyarakat sekarang ini. Mereka rata-rata malas untuk memarikan kendaraan ditempat yang benar." Ungkapnya

"Tapi kami dari Dishub tetap konsisten tanpa pandang bulu, Pengelola parkir liar yang sebelumnya membande sudah kami ajak berdiskusi. Sudah banyak dari mereka yang mendengarkan kami dengan mengurus perijinan resmi parkirnya."

"Tapi untuk mendapatkan ijin itu mereka juga kami wajibkan mengikuti beberapa ketentuan dan syarat tempat parkir yang benar tanpa mengganggu lalu lintas dijalan raya." Katanya

"Sekarang kami tidak peduli mau oknum polisi, atau pun tentara yang parkir sembarangan harus ditindak. Kami menjalankannya sesuai UU Perda yang berlaku." Tutupnya

Tidak ada komentar:
Write komentar