Sabtu, 30 September 2017

Produksi Gas Melewati Target APBN Pemerintah Yakin ESDM Meningkat

Produksi Gas Melewati Target APBN Pemerintah Yakin ESDM Meningkat
Produksi Gas Melewati Target APBN Pemerintah Yakin ESDM Meningkat
LIPUTANMALAM.NET - Hingga Agustus 2017 produksi gas bumi Indonesia mencapai 1.134.000 barel setara minyak per hari. Di atas target APBN-P 2017 sebesar 1.150.000 barel setara minyak per hari.

Diyakini hingga akhir tahun ini, produksi gas bumi dapat mencapai 1,2 juta barel setara minyak per hari.

"Gas saya yakin di atas itu (target). Mungkin 10% atau 15% di atas target 1.150 barel setara minyak per barel, bisa jadi 1,2 juta barel setara minyak per hari." ungkap Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta, ditulis Jumat (29/9).

Apabila produksi gas bumi tahun 2017 berhasil mencapai 1,2 juta barel setara minyak per hari, Ini berarti di atas produksi tahun 2016 yang mencapai 1.188 juta barel setara minyak per hari dan tahun 2015 yang mencapai 1.190 juta barel setara minyak per hari.

Lihat Juga : Akibat Aktifitas Gunung Agung Difisit Wisata Negara Menurun Drastis

Sementara itu untuk produksi minyak bumi Menteri ESDM pesimis dapat mencapai target 815.000 barel per hari. Hingga Agustus 2017, Produksi minyak bumi mencapai 792.000 barel per hari.

"Lifting (minyak) target 815.000 barel per hari. Sekarang itu rata-rata di bawah 800.000 barel per hari. Sampai akhir tahun outlook-nya bagaimana? Menurut saya, sampai akhir tahun outlook-nya di bawah 815.000 barel per hari." kata Jonan.

Terkait penerimaan negara tahun 2017, berdasarkan capaian hingga September 2017, Menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2016. Hingga September 2017, penerimaan negara dari sektor ESDM mencapai Rp118,69 triliun yang terdiri dari penerimaan migas Rp92,43 triliun, energi baru dan terbarukan Rp0,53 triliun dan minerba Rp25,73 triliun.

Berita Nasional Terbaru - Angka ini di atas penerimaan sektor ESDM tahun 2016 yang mencapai Rp111,97 triliun, terdiri dari penerimaan migas Rp83,83 triliun, EBT Rp0,93 triliun dan minerba Rp27,21 triliun dan penerimaan tahun 2015 sebesar Rp153,03 triliun, terdiri dari penerimaan migas Rp122,52 triliun, EBT Rp0,88 triliun dan minerba Rp29,63 triliun.

Penerimaan ESDM mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir, jika dibandingkan dengan penerimaan tahun 2014 yang mencapai Rp356,4 triliun, terdiri dari penerimaan migas Rp320,25 triliun, EBT Rp0,75 triliun dan minerba Rp35,40 triliun.

Tingginya penerimaan tahun 2014 disebabkan melonjaknya harga minyak dunia di atas US$100 per barel. Sedangkan pada tahun 2015 dan 2016, Harga minyak dunia turun. Bahkan sempat menyentuh US$28 per barel.

"Harga komoditas migas dan minerba adalah harganya mengacu ke harga internasional sehingga tidak bisa kita kendalikan." tutup Jonan.

Berita ini dikutip dari www.aktual.com

2 komentar:
Write komentar
  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Silahkan di kunjungi ya kawan-kawan 100% Memuaskan
    > Hoki anda ada di sini <
    Agen domino
    BandarQ
    Domino 99
    Domino QQ
    Agen Poker
    Bandar Poker
    Agen Judi
    hubungi kami di :
    Line : gunungpokercsr1
    Bbm : 56978317
    Wa : +6281272874416

    BalasHapus