xxxxss

pasang

Rabu, 08 November 2017

Anak Buah John Key Rusuh Di LP Nusakambangan

Anak Buah John Key Rusuh Di LP Nusakambangan
Anak Buah John Key Rusuh Di LP Nusakambangan
Berita Kriminal - Kerusuhan yang terjadi di LP Nusakambangan pagi kemarin , Hari Selasa (07-11-2017) diduga akibat ulah anak buah John key. Kerusuhan itu terjadi di Lembaga Permasyarakat Kelas II , Nusakambangan.

Menurut kabar yang dikeluarkan oleh Ajun Komisaris Besar Djoko Yulianto, Kapolres Cilacap, Insiden ini menimbulkan korban tewas satu orang dan tiga lainnya mengalami luka berat. Beliau menuturkan bahwa korban meninggal bernama Tumbur Biondy Alvian Partahi atau yang sering dipangil Ondy Bin Robert Freddy Siburian.

Korban meninggal ditempat akibat mengalami luka sobek parah pada bagian perutnya. Ondy adalah salah satu anggota kelompok John Key yang masih menjalani hukumannya di Nusakambangan akibat kasus kekerasan.

Lihat Juga : Mengantisipasi Perang China Akan Terjadi Tahun 2030

Insiden kerusuhan dijelaskan oleh AKBP Djoko terjadi pada pukul 09.000 WIB pagi kemarin. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan itu pun langsung dengan segera menerjunkan 100 anggota ke Tempat Kejadian Perkara untuk mengamankan kondisi sekitar lapas.

"Sampai hari ini kami baru menyelidiki sebenarnya apa motif para pelaku kerusuhan tersebut. Kurang lebih ada 15 orang yang terlibat dalam insiden ini. Termasuk saksi petugas jaga piket yang ada dilapas." Ujar AKBP Djoko Yulianto

Berita Kriminal Terkini - Wartawan yang menanyakan alat bukti senjata yng ditemukan kepada Kapolres juga belum dijawab secara detail. Beliau hanya mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih dilakukan pendalaman penyelidikan

Karena saat berada di Lokasi Tempat Kejadian, Anggotanya tidak menemukan senjata tajam jenis apapun. Tapi pihaknya yakin bahwa ada senjata tajam yang sengaja di sembunyikan di sekitar TKP Lapas Nusakambangan.

Semua itu dilihat dari luka sobek akibat senjata tajam yang terdapat pada korban tewas Ondy. Namun menurut kesaksian teman-teman korban, Ada modus balasa dendam antara orang-orang yang terlibat pada kerusuhan itu.

Tidak ada komentar:
Write komentar