Senin, 06 November 2017

BNN Temukan 8500 Ekstasi Dan 133 Kg Sabu di Aceh

BNN Temukan 8500 Ekstasi Dan 133 Kg Sabu di Aceh
BNN Temukan 8500 Ekstasi Dan 133 Kg Sabu di Aceh 
Berita Kriminal - Aparat BNN (Badan Narkotika Nasional) berhasil mengungkap pengedar narkotika dengan baran bukti 8500 ekstasi dan 133 kg Sabu di Aceh pada Minggu 05-11-2017 kemarin.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penangkapan 30 kilogram sabu yang sebelumnya didapatkan dari jaringan narkotika internasional Malaysia-Aceh.

Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari pun menuturkan bahwa selain Sabu mereka juga menemukan Ekstasi yang dibungkus rapi berjumlah 8500 butir dari tersangka yang berinisial RA (Rahmad Ahyan).

Barang haram tersebut digeledah di perkarangan rumah tersangka pengedar , Setelah melakukan penggeledahan kurang lebih 4 jam dirumahnya. Diperkirakan RA masih mempunyai beberapa kaki atau anak buah untuk membantnya mengedarkan narkotika ini.

Lihat Juga : Bareskrim Amankan Liquid Vape Narkoba Dari Belanda

Arman Depari juga menjelaskan bahwa barang ini dibawa dari malaysia melalui jalur laut dengan kapal nelayan. BNN yang sudah mendapatkan informasi bocoran itu pun langsung menyergap tersangka sekitar pukul 02.10 WIB di Jalan Medan-Banda Aceh, Ketika sedang melakukan transaksi.

Berita Kriminal Nasional - Melalui kasus ini pihak kepolisian sudah menetapkan Rahmad dan juga temannya Marzuki yang berada di TKP. Selain itu pihak BNN juga menyita Mobil Toyota Avanza , 2 Sepeda Motor, Hinda Jazz, dan Dua Telepon Genggam milik kedua tersangka ini.

BNN juga masih berkoordinasi dengan Kepolisian setempat untuk mengejar terhadap anak buah atau kaki dari Rahmad yang sudah ditetapkan nama-namanya menjadi target operasi.

Selain itu BNN juga berjanji akan segera melakukan peluasan penyelidikan , Karena tersangka RA hanyalah pengedar yang masih memiliki Bandar Besar di atasnya.

Belakangan ini penyelundupan narkotika lewat laut memang marak terjadi , Pelaku memanfaatkan luasnya wilayah laut negri kita yang kadang sulit untuk diawasi oleh Polisi Kelautan setiap waktu.

Dan satu-satunya jalur aman saat ini adalah melalui Aceh yang diselundupkan melalui nelayan-nelayan. Sehingga tidak mudah untuk mengungkap jaringan yang sangat terorganisir tersebut.

Tidak ada komentar:
Write komentar