xxxxss

pasang

Sabtu, 15 September 2018

Saling Serang Sandiaga Uno Vs Ridwan Kamil



dan tidak memiliki masalah satu sama lain.

Saling sindir bermula saat Sandiaga menyarankan kepala daerah, khususnya gubernur, tidak mengurus Pilpres 2019 dan lebih fokus mengurusi wilayahnya. Hal ini disampaikan Sandiaga kepada kepala daerah yang diusung parpol koalisi Prabowo-Sandiaga.

"Gubernur-gubernur ini terpilih atas dasar pilkada yang panjang dan melelahkan. Tugas mereka sebenarnya bagaimana melayani masyarakat dan berfokus di wilayah masing-masing. Jangan ditarik-tarik ke wilayah pilpres," ucap Sandiaga kepada wartawan di Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2018)

Sementara itu, beberapa kepala daerah lainnya sudah menyatakan dukungan dan siap membantu pemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf. Di antara kepala daerah tersebut, ada Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur Sumsel terpilih Herman Deru, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Itu realitas politik, pembelajaran untuk kita semua. Tapi kami, koalisi Prabowo-Sandi, sudah perintahkan gubernur maupun kepala daerah untuk fokus membangun wilayahnya. Mereka punya tugas bangun ekonomi, pastikan harga terjangkau," kata Sandiaga.

Pernyataan Sandiaga tersebut langsung ditanggapi Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa Emil itu meminta Sandiaga berkaca pada pengalaman pribadi saat masih menjabat Wagub DKI Jakarta. 

"Pak Sandiaga Uno yang terhormat, tolong sebelum memberikan statement berkaca kepada pengalaman pribadi," kata Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/9)


Emil mengungkapkan, saat masih menjabat Wagub DKI, Sandiaga juga sempat terjun mengkampanyekan kandidat cagub-cawagub Jabar Sudrajat-Syaikhu di Pilgub Jabar 2018. Emil pun menilai tidak jadi masalah bila ada seorang gubernur yang mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. Yang penting tidak melanggar aturan.

"Pada (Pilgub) 2018 dia datang ke Jateng menjadi jurkam (juru kampanye) Sudirman Said, datang ke Priangan (Jabar) jadi jurkam pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu). Beliau kapasitas wakil gubernur dalam kapasitas wakil publik," kata Emil.
 

 Setelah Emil menyampaikan sindiran kepada Sandiaga, besoknya, Kamis (13/9), Sandiaga meminta maaf kepada Emil atas pernyataannya tersebut. Sandiaga menjelaskan maksud pernyataan yang meminta kepala daerah tak terjun ke Pilpres 2019.

"Saya ingin menegaskan pernyataan itu khusus untuk kubu Prabowo-Sandi. Jadi kebijakan kita, kita tidak ingin kepala daerah yang terpilih atau wakil kepala daerah yang terpilih tersangkut atau tertarik ke pusaran pilpres. Karena, mereka baru saja melewati pilkada yang betul-betul mungkin melelahkan. Mereka saatnya berkonsentrasi untuk membangun wilayahnya," kata Sandi di Wahana Wisata Bale Caang, Jalan Raya Tangkuban Parahu, Bandung Barat, Kamis (13/9).

Tidak ada komentar:
Write komentar